• Renungan

    The secret to be special is you have to believe you're special. Kalimat ini muncul dalam film "Kung Fu Panda". "You just need to believe." Banyak orang selalu meragukan keadaan dan kemampuan yang dimilkinya ketika menghadapi tantangan besar. Minder, tidak percaya diri, telah menjadi batu sandungan terbesar dalam setiap jejak langkah kita. Tetapi di sini, film ini telah mengilhami kita bahwa tiada hal peristiwa yang perlu dikuatirkan. Tiada hal yang tidak sanggup kita lakukan. Yang kita butuhkan hanyalah, PERCAYA. Percaya bahwa kita sanggup... Percaya bahwa kita memiliki kemampuan untuk melakukannya...
  • Arsip

  •  

    Juli 2009
    S S R K J S M
    « Okt    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • JOKE

    Teknik Berjalan di Atas Air

    Tiga orang filsuf bermaksud untuk bersemedi di tepi sebuah danau.

    "Waduh, aku lupa membawa alas duduk," kata filsuf pertama. Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau, dan menyeberanginya menuju ke tempat tinggal mereka di seberang danau.

    Ketika ia kembali. Filsuf ke dua berkata, "Aku lupa menjemur bajuku. Aku pergi dulu ya." Ia berjalan di atas air danau dan menyeberanginya dengan mudah.

    Filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti ingin unjuk kebolehan di hadapannya. "Ah, aku juga bisa. Lihat saja," katanya. Ia lalu melangkahkan kakinya ke atas air danau dan langsung tenggelam. Filsuf ke tiga ini berenang ke tepi, dan kemudian mencoba lagi untuk berjalan diatas air dan kembali gagal.

    Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata kepada filsuf Pertama, "Sebaiknya kita beritahukan saja letak batu-batunya."

  • Meta

  • Blog Stats

    • 128,293 hits
  • Info

    Bagi yang mau berlangganan Koran Nias edisi cetak mulai Februari 2008, daftarkan nama Anda melalui email korannias@gmail.com atau telp 061-76240996.

    Biaya langganan Rp 20.000 / bulan (4 x terbit, @Rp 5.000 / edisi), belum termasuk ongkos kirim. ---------------------------------- Kami membutuhkan Koresponden / reporter untuk daerah Pulau Nias dan sekitarnya. Bagi yang hobi menulis dan memiliki minat menjadi reporter di sini, silakan kirimkan email Anda ke korannias@gmail.com. ----------------------------------

PENEMUAN RAKSASA CARDIFF YANG MENGHEBOHKAN!

 

Suatu hari pada 15 Oktober 1869, kegemparan membuncah di selatan kota Syracuse dekat Cardiff, New York. Dua pekerja lepas yang sedang menggali sumur di lahan pertanian milik William G Newell, menemukan manusia raksasa yang sudah membatu. Segera kegemparan melanda Amerika Serikat dan menyebar ke penjuru dunia.

Penemuan itu terjadi secara tak sengaja, saat beliung Gideon Emmons dan Henry Nichols, menyentuh benda keras di kedalaman 1 meter lebih di bawah tanah. Terkejut akan temuan tersebut, kedua pekerja itu kemudian mengangkat batu berbentuk manusia berukuran raksasa yang tertidur dengan senyum tipis di 

bibirnya. Mereka melakukan pengukuran dan diketahui panjang tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki kira-kira 10 kaki 4 inci (atau kira-kira 3 meter).

Tiga hari setelah penemuan tersebut, sebuah suratkabar terbitan Syracuse menurunkan berita headline berjudul “A Wonderful Discovery” (Sebuah Penemuan Menakjubkan). Pers menjulukinya sebagai Raksasa 

Cardiff (Cardiff Giant). Orang-orang yang penasaran pun berbondong-bondong menuju pertanian Nowell, ingin menyaksikan rupa manusia raksasa yang sudah membatu itu. Bukan hanya dari wilayah Cardiff dan Syracuse, tapi dari seantero New York dan negara bagian lainnya. 

Berbagai “teori”, dugaan, serta pendapat umum sampai legenda dan mitos pun mengalir mengenai raksasa yang membatu itu. Salah seorang pekerja yang menggali fosil tersebut menduga bahwa ini adalah jasad raksasa dari kaum suku Indian yang pernah mendiami wilayah New York di masa lalu. Dugaan lain adalah 

kaum raksasa yang pernah mendiami lembah-lembah, gua dan dunia bawah tanah di daratan Amerika ribuan tahun lalu. Ada lagi yang menghubungkannya dengan mitologi manusia raksasa pemangsa manusia yang disebut ogre. Bahkan yang lebih berani mengajukan teori itu merupakan fosil ras raksasa yang pernah tercantum dalam Kitab Kejadian di Perjanjian Lama! Baca selebihnya »

FRANKENSTEIN, Teori dan Inspirasi

 

Sosok monster ini dihidupkan oleh Dr Victor Frankenstein. Seorang mahasiswa kedokteran yang melakukan eksperimen terlarang untuk membuktikan bahwa manusia bisa diciptakan dengan teknologi dan pemahaman mendalam akan ilmu kedokteran.

Semua berawal dari keingintahuan, rasa penasaran, dan antusiasme masa muda akan ilmu pengetahuan. Terkejut melihat eksperimen profesornya, ia pun tergerak untuk menyempurnakan. Dr Victor Frankenstein pun terobsesi pada upaya untuk menciptakan sosok manusia sempurna. Ia pun menggunakan organ otak profesornya (yang baru saja meninggal), mengumpulkan potongan tubuh dari sejumlah jenazah yang masih baru, menjahit potongan-potongan itu dalam satu tubuh, dan menciptakan sesosok makhluk yang diyakininya akan menjadi manusia sempurna hasil rekayasa eksperimennya.

Setelah mengurung diri selama berhari bahkan berminggu-minggu mengerjakan eksperimen itu, Victor terkejut ketika makhluk eksperimennya yang dibangkitkan dengan energi listrik dari petir dan belut listrik itu ternyata menjadi sesosok makhluk buruk rupa, ia tak menyangka bahwa ia baru saja menciptakan “sesosok Iblis!”

Monster ini kemudian dikenal sebagai “FRANKENSTEIN”… walaupun itu penyebutan yang salah. Monster itu sebenarnya tanpa nama, tidak pernah diberi nama oleh penciptanya, dan menjadi makhluk asing yang mencari jati dirinya! Ia sebenarnya tidak tahu mengapa ia ada dan untuk apa ia diciptakan. Dalam pencariannya itu sang monster justru ia menjadi teror menakutkan sejumlah orang, terutama bagi penciptanya sendiri: dr Victor Frankenstein! Baca selebihnya »

HARTA KARUN “THE BLACK SWAN”

 

Mereka berhasil menemukan harta terpendam di dasar laut. Harta berupa 500 ribu koin perak dan emas serta sejumlah benda berharga lainnya total seberat 17 ton. Inilah hasil perburuan harta karun dasar laut terbesar dalam sejarah!

The Black Swan Project adalah penamaan untuk ekspedisi penggalian harta karun di laut dalam yang dilakukan Odyssey Marine Exploration. Sebuah perusahaan spesialis berbasis di Tampa, Florida. Didirikan John Morris dan Greg Stemm tiga belas tahun lalu. 

Mereka melakukan operasi penggalian harta karun itu di perairan internasional kawasan Samudra Atlantik Utara, tanpa merinci detail lokasi dan nama kapal yang ditemukan. 

Publikasi pertama pihak Odyssey menyebutkan total temuan mereka ditaksir bernilai sedikitnya 500 juta dolar AS (kira-kira Rp 4,6 triliun). Sebagian besar terdiri dari koin-koin perak langka yang masih baik kondisinya. Keseluruhan harta karun tersebut diangkut dari dasar laut dengan menggunakan “robot selam” (ROV) berteknologi canggih dan kapal ekspedisi yang spektakuler milik Odyssey Marine Exploration.

Namun Black Swan Project kemudian dipertanyakan pihak Spanyol yang mengklaim kemungkinan wilayah kerja Odyssey Marine Exploration tersebut masih berada dalam teritorial laut Spanyol. 

Klaim Spanyol mungkin ada benarnya, karena berdasarkan data pada 18 Mei 2007, harta bernilai tinggi itu dipindahkan dari Selat Giblartar menuju alamat yang tidak diketahui di Florida, AS. 

Kerahasiaan lokasi yang ditetapkan Odyssey berdasar pertimbangan agar mereka bisa bekerja dengan leluasa selain pertimbangan faktor keamanan dari perompak dan bajak laut, atau kaum opurtunis pemburu harta karun, serta gangguan lain selama ekspedisi berlangsung. Baca selebihnya »

KALUNG PENCABUT NYAWA, PERHIASAN YANG MEMICU REVOLUSI DI PRANCIS

 

Hancurnya otoritas kerajaan Prancis, bukanlah dimulai dengan runtuhnya penjara Bastille, tetapi dimulai dari dalam Istana Versailles. Ketika itu pemerintahan Prancis dipimpin Louis XV (1715-1774). Tahun 1772, terjadilah penipuan terbesar dalam sejarah kerajaan Prancis, yang melibatkan gundik Louis XV Madame du Barry, Ratu Louis XVI Marie Antoinette, Kardinal De Rohan dan Jeanne De La Motte.

Menurut alkisah, Raja Louis XV yang sudah berusia lanjut dan mulai pikun, memiliki wanita simpanan (gundik) bernama Madame Du Barry. Wanita cantik ini, sangat disayangi Louis XV. Karena sayang tersebut, apapun yang diminta Du Barry, senantiasa dipenuhi Louis XV. Ketika Du Barry minta dibelikan kalung berlian yang termahal di dunia, Louis XV segera memanggil Boehmer, seorang pedagang perhiasan yang sangat dipercayai di lingkungan kerajaan.

Louis XV memerintah Boehmer untuk mencari berlian termahal tersebut. Mendapat pesanan yang demikian menggiurkan itu, Boehmer mulai mengumpulkan berlian termahal dari seluruh daratan Eropa. Akhirnya, Boehmer berhasil mengumpulkan 600 batu berlian termahal dari semua daerah dan negara di daratan Eropa. Boehmer yang memiliki naluri bisnis, kemudian menggabungkan seluruh batu berlian dalam untaian kalung. 

Sayangnya, ketika untaian kalung berlian tersebut sudah selesai dibentuk dan hendak ditunjukkan kepada Louis XV dan Madame Du Barry, Louis XV keburu meninggal karena penyakit cacar air. Boehmer tidak tahu harus berbuat apalagi. Ia hanya bisa merenungkan nasib, karena apa yang dikerjakan menjadi sangat sia-sia. Apalagi Madame Du Barry sudah tidak berminat memiliki kalung tersebut. Boehmer pun hampir bangkrut, karena ia tidak tahu ke mana dan kepada siapa kalung yang nilainya 7 juta poundsterling atau kira-kira US$7 juta itu dijual. 

Ketika Raja Louis XV digantikan Raja Louis XVI yang istrinya Marie Antoinette, Boehmer pun berusaha melakukan pendekatan dan meyakinkan Antoinette agar bersedia membeli untaian kalung berisi 600 berlian tersebut. Namun, Antoinette merasa tidak tertarik dengan untaian kalung tersebut. Selain menutupi leher pemakai, kalung itu kesannya norak dan kampungan. Yang jelasnya, Antoinette yang ketika itu masih berusia 20 tahun, merasa tidak nyaman jika memakai untai kalungan tersebut.

Ketika Antoinette melahirkan empat orang anaknya, masing-masing Marie-Thérèse-Charlotte, Louis-Joseph-Xavier-François, Louis-Charles dan Sophie-Beatrix, pedagang berlian itu terus berusaha menawarkan berlian termahal itu. Walau Boehmer berusaha mengugah hati Antoinette, agar kalung tersebut dibeli sebagai hadiah baptis bagi anak-anaknya, Antoinette tetap tidak tertarik dengan untaian kalung itu. Boehmer merasa sangat terpukul dengan kegagalannya menjual untaian kalung berlian tersebut. Baca selebihnya »

Reinkarnasi Biarawati Zaman Mesir Kuno

Banyak orang mendengar cerita soal reinkarnasi. Yaitu kembalinya jiwa dan roh dari masa lalu ke tubuh seseorang di masa kini. Persoalan yang sulit dibuktikan, namun benarkah perihal reinkarnasi ini bisa terjadi?

Adalah Dorothy Eady, seorang wanita Inggris yang mengalami fenomena reinkarnasi yang sangat menggemparkan Inggris dan Mesir. Satu-satunya manusia yang dilaporkan mengalami reinkarnasi seorang tokoh “biarawati” pelayan kuil Osiris di zaman Firaun Seti I Mesir Kuno dari masa 1320–1200 sebelum Masehi. Ia kemudian dikenali sebagai Omm Sety.

Kisah spektakuler yang kontroversial tentang Dorothy Eady dimulai dari sebuah tempat di London, Inggris, saat ia berusia 3 tahun. Dalam sebuah insiden, Dorothy kecil terjatuh dari lantai atas rumahnya. Ia mengalami koma dan akhirnya tim dokter yang merawatnya menjatuhkan vonis meninggal dunia pada balita kelahiran 16 Januari 1904 itu. Saat itu tanda-tanda kehidupan dan seluruh organ vital Dorothy memang berhenti beraktivitas. Baca selebihnya »

Puluhan Anak Nias Ikut Pelatihan Daur Ulang Sampah

PANCURBATU, SUMATERA UTARA – Puluhan anak yatim dan yatim piatu korban gempa Nias mengikuti pelatihan daur ulang sampah di aula Panti Asuhan Sungai Air Hidup, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (19/10) sore.

Pelatihan daur ulang sampah ini diprakarsai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH dan pengurus Majelis Udayana Indonesia Hadinata Rusli, BA dengan mendatangkan Ketua Yayasan Bumi Hijau Ny. Hj. Dewi Budiati Teruna Jasa Said selaku instruktur.

Selain anak-anak korban gempa Nias, puluhan anak yatim dan yatim piatu serta anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menghuni panti asuhan itu, juga mengikuti pelatihan singkat tersebut.

Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Bumi Hijau Ny. Hj. Dewi Budiati Teruna Jasa Said menjelaskan tentang benda-benda yang sudah tidak berharga lagi, bisa dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomis.

“Benda-benda seperti plastik, kertas, kardus dan lain-lain yang dibuang di tong sampah, dapat kita manfaatkan dan mengubahnya menjadi pot bunga, asbak rokok, hiasan dinding dan lain-lain. Dengan demikian, sampah yang semula tidak berharga, kini dapat kita jual kepada masyarakat,” ujar Dewi.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH berpendapat, ilmu tentang daur ulang sampah ini perlu dipelajari oleh anak-anak di panti asuhan agar mereka kelak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Anak-anak di panti asuhan harus bisa berkreasi dengan melakukan daur ulang sampah. Dengan demikian, anak-anak di panti asuhan ini tidak lagi bergantung pada orang lain karena sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri,” ujar Parlindungan di dampingi Hadinata Rusli.

Sebelumnya, pimpinan Panti Asuhan Sungai Air Hidup E. Ndraha mengatakan, saat ini pihaknya mengasuh 70 anak yatim, yatim piatu dan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dari jumlah itu, 25 orang di antaranya merupakan anak yatim dan yatim piatu korban gempa Nias.

Ndraha mengaku, pelatihan daur ulang sampah ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di panti asuhan tersebut. “Kami belum pernah melakukan berbagai pelatihan termasuk pelatihan daur ulang sampah seperti ini,” ujarnya.

Karena itu, Ndraha mengucapkan terima kasih kepada anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH dan pengurus Majelis Udayana Indonesia Hadinata Rusli, BA serta Ketua Yayasan Bumi Hijau Ny. Hj. Dewi Budiati Teruna Jasa Said yang telah memprakarsai kegiatan itu. (sumber: ws)

Mari Yusuf Gulo Bertekad Hatrik 5000 M

MEDAN – Mari Yusuf Gulo bertekad membuat hatrik juara tiga kali berturut-turut pada nomor lari 5.000 meter putra pada kejuaraan atletik antar Pusat Pendidikan Latihan Mahasiswa (PPLM) se Indonesia di Stadion Universitas Negeri Medan, 27-29 Oktober nanti.

“Saya bertekad kembali menjuarai nomor 5.000 meter untuk ketiga kalinya,” kata Mari Yusuf Gulo di sela-sela latihan di Stadion Universitas Negeri Medan, Sabtu (18/10). Gulo kelahiran Nias 21 Maret 1986 sebelumnya menyabet medali emas pada nomor 5000 meter antar PPLM di Papua 2006 dan Semarang 2007.

Gulo yang sekarang ini duduk di bangku kuliah STMIK Budi Darma jurusan teknik informasi komputer semester lima pada kejuaraan antar PPLM nantinya berlomba dua nomor 5.000 meter dan 10.000 meter. “Mudah-mudahan keduanya mendapat emas,” ujar anak ketiga dan delapan bersaudara buah hati pasangan Folo’o Gulo (almarhum) dan Adiria Zebua.

Pelari yang merebut medali perunggu pada PON XVII Juli lalu di Kalimantan Timur mulai menekuni sejak duduk di bangku SMP kelas 3. Dia merupakan pelari spesialis jarak jauh. Dan itu telah dibuktikan dengan pertamakali keikutsertaannya di PON XVII berhasil meraih medali perunggu nomor marathon 42 kilometer.

Gulo berharap kepada Pemprovsu, KONI Sumut dan Pengprov PASI Sumut dapat memperhatikan atlet berprestasi. “Tentunya jika telah meraih prestasi, saya berharap dapat perhatian,” katanya.  (sumber: ws)

Yusniar Gea Raih Medali Perak di Asian Beach Games 2008

BALI:  “Pesta” Asian Beach Games (ABG) 2008 yang berlangsung di Bali, oktober, menjadi ajang unjuk kemampuan peselancar putri asal Nias Selatan Yusnyiar Gea. Walaupun gagal mempersembahkan medali emas bagi Indonesia, namun Gea berhasil mempersembahkan medali perak. Yusnyiar Gea harus mengakui keunggulan Akiko Kiyonaga, peselancar putri asal Jepang.

Di final yang berlangsung di Pantai Kuta, Gea berulangkali ‘kehilangan’ ombak dan hanya mampu mencetak sembilan poin, sementara lawannya justru sukses meniti ombak-ombak kecil untuk mengumpulkan 13 poin.

“Ombaknya memang sulit karena terlalu kecil dan peselancar Jepang memang jago bermain ombak kecil. Saya sudah berusaha, sayang memang hasilnya tidak bisa maksimal,” tutur Gea, atlet berusia 26 tahun kelahiran Lagundi, Pulau Nias.

Masih kata Gea, dirinya berharap pengurus olahraga lebih memperhatikan perkembangan surfing (selancar) di masa depan. Selain cukup memiliki potensi prestasi, cabang ini juga dapat mengembangkan sumber daya wisata pantai yang dimiliki Indonesia. (sumber:ws)

Terkait Dugaan Pemalsuan Data BLT, Oknum Kades Hiliorahua Nisel Diadukan

TELUKDALAM: Diduga telah melakukan pemalsuan data penerima BLT bagi penerima Beras Miskin (Raskin), Oknum Kades Hiliorahua, Kecamatan Gomo, Nias Selatan berinisial Kar diadukan warganya kepada Bupati Nias Selatan.

Dalam laporan pengaduan warga kepada Bupati Nisel disebutkan, pada pencairan dana BLT, Kar merekayasa data jumlah kepala keluarga sebanyak 289 KK sedangkan pada kenyataan lapangan hanya berjumlah 175 KK. Kar juga melakukan pemotongan  kepada setiap penerima dana BLT antara Rp50 ribu hingga Rp150 ribu.

Masih menurut laporan pengaduan warga, dalam pengurusan Raskin, Berita Acara Serah Terima beras raskin ditanda tangani Ahmad Sukarni Lubis berdasar surat permintaan alokasi (SPA) Pemkab Nisel No. 511.1/3119/Ek/2008 tgl 07 Juni 2008 dan Surat Permintaan Pokja Raskin Kecamatan Gomo, 26 Juli 2008 isinya Beras Raskin sebanyak 4.335 kg untuk 289 RTM, yang sebenar hanya 175 RTM.

Dalam laporan  pemerintah menetapkan harga raskin Rp. 1.600 per kg sedangkan harga 30 kg adalah Rp48.000 per kg, yang dipungut oleh oknum Kades sebesar Rp75.000. Untuk bulan Mei dan Juni 2008 dilakukan pengutan sebesar Rp 67.000  setelah beras sampai di desa ternyata ada sebagian masyarakat tidak menerima beras. Isi laporan,  pada hari Sabtu tgl 19 Juli 2008 truk  BB 8045 N milik Fobosizaro Waruwu (A.Andi) membawa beras Raskin Desa Hiliorahua Kecamatan Gomo dengan rencana untuk dijual.

Berkat kejelian Polsek Lolowau maka truk diamankan ke komando untuk diperiksa, setelah selesai diperiksa baru dikeluarkan hari Minggu, 20 Juli 2008 pukul 02:00.

Diterangkan juga, kejadian yang dilakukan Kades Hiliorahua, Kar tidak ada bedanya dengan perbuatan mantan Kades Fa’anoli Buulolo yang saat ini menjabat sebagai Sekdes Hiliorahua yang merupakan pakcik dari oknum Kar sehingga diduga keduanya bekerjasama dalam memotong dan pungutan liar kepada warga.

Hasil konfirmasi kepada salah seorang anggota BPD Hiliorahua, Arosokhi Buulolo alias A.Risman, masalah pelaporan itu telah ditangani Inspektorat Nisel, yang datang berkunjung untuk menindaklanjuti laporan itu. Dijelaskan Arosokhi pada hari Senin (20/10), Inspektorat memanggil para pelapor di Kantor Badan Inspektorat Kabupaten Nias Selatan di Jalan Baloho Indah Desa Hiligeho, Kecamatan Telukdalam  untuk dapat diselesaikan. (sumber:ws)

Taxi Simpati Masuk Jurang, 2 Tewas

Mobil penumpang umum Simpati Taxi BK 1210 EH jurusan Sibolga – Medan, Minggu (6/4) pagi sekitar pukul 7.30 Wib, terjun bebas ke jurang sedalam 200 km. Kecelakaan yang terjadi di Km 7 Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah ini menewaskan dua penumpangnya.
Kedua penumpang, Suyono (50 tahun) dan Suwardi (50) tewas di lokasi kejadian dengan luka cukup serius di bagian kepala. Sementara, pengemudi kenderaan Ucok Sihombing warga Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian petugas Polres Tapteng.

Dalam musibah tersebut, enam penumpang lainnya, lima di antaranya warga Langkat dan seorang warga Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, masing-masing Ebid Muthalib (22), Erwin (23), Marianto (42), Samud (40), Wagiman (38), dan Sumiono (29) mengalami luka berat dan ringan. Semuanya kini dirawat secara intensif di RSU FL Tobing Sibolga.

Seluruh korban bekerja di PT Bintang Saudara di Gunung Sitoli Pulau Nias. Setelah pekerjaan mereka rampung, rencananya akan kembali ke kampung halamannya bersama 46 anggota rombongan lainnya dengan menggunakan kenderaan berbeda.

Namun, ketika melintas lokasi kejadian dari arah Sibolga, mobil penumpang umum Simpati, secara tiba-tiba membentur gundukan tanah yang berada di sisi kiri pinggir badan jalan. Mobil itu tidak dapat dikendalikan supir dan langsung terjun ke jurang dengan kedalaman 200 meter dengan posisi tergantung di antara pohon.

Dalam proses evakuasi, petugas kepolisian dibantu anggota TNI dari Koramil Kolang bersama warga setempat mengalami kesulitan, karena kondisi TKP cukup sulit dan terjal serta harus menyeberangi sungai. Setelah berupaya, akhirnya para korban berhasil dievakuasi melalui dua arah yakni Km 7 Kecamatan Sitahuis dan Lobu Tikko, Kelurahan Hutabarangan.

“Dua ditemukan tewas di lokasi kejadian. Enam penumpang dengan kondisi luka cukup serius serta mobil Simpati dengan posisi tergantung di salah satu pohon besar,” ujar Serma Saut Sigalingging dari Koramil Kolang.

Kapolres Tapteng AKBP Reguel Siagian SH ketika dikonfirmasi melalui Kasat Lantas AKP Indra Warman menerangkan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan atas penyebab kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

“Supir mobil belum ditemukan, sehingga yang dapat disimpulkan untuk sementara ini mobil itu jatuh akibat menghindari lobang, karena kondisi Jalinsum sangat parah,” tandasnya.  TIGOR MANALU | H-GLOBAL

Peringatan Tiga Tahun Gempa Bumi Nias

Gunung Sitoli, Nias–Kamis (27/8/2008)

MENGENANG tiga tahun bencana gempa bumi di Pulau Nias, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengajak masyarakat Nias untuk bangkit dan siaga dalam mengurangi resiko bencana. Seruan ini menandai peringatan tiga tahun bencana gempa bumi yang akan dilaksanakan pada hari Jumat (28/8) di Museum Pusaka Nias di Gunung Sitoli, Nias.

Dalam acara peringatan ini PMI bekerja sama dengan koalisi siaga bencana kepulauan Nias (SIGANA). Acara yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut bakal diisi dengan pameran foto, demo Cardiopulmonery Resucitation (CPR), dan pertolongan pertama yang akan dilakukan oleh relawan PMI yang telah menjadi motor misi kemanusiaaan di Nias selama ini.

Pada kesempatan tersebut PMI membagikan pula sertifikat kepada 39 Relawan Kesehatan Desa (RKD), mewakili 800 relawan di masing-masing desa, sebagai tanda bahwa mereka telah berpartisipasi dalam lima fase pelatihan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat. Sertifikat ini juga merupakan bukti kesukarelaan para RKD dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka.

Para relawan PMI juga akan menayangkan film mengenai bencana, diseminasi peran palang merah dalam tanggap dan manajemen bencana, serta kesiapsiagaan bencana. Untuk mendukung kampanye kesiapsiagaan bencana, PMI melakukan sosialisasi melalui program siaran di Radio Republik Indonesia (RRI) pada hari yang sama.

Peringatan yang diprakarsai PMI dan Federasi Internasional Palang Merah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya siap siaga terhadap bencana yang mungkin mengancam mereka baik dalam skala yang kecil maupun besar. Peningkatan kesadaran ini diharapkan mampu mengurangi resiko dan mempermudah penanganan awal bencana yang mungkin terjadi di Pulau Nias.

Gerakan Palang Merah telah menjalankan misi kemanusiaannya sejak masa darurat tiga tahun lalu di Pulau Nias yang terkena dampak tsunami dan gempa. Palang Merah membantu masyarakat Nias di masa pemulihan dalam upaya meningkatkan kehidupan mereka agar lebih baik melalui berbagai program seperti distribusi bantuan, kesehatan, air dan sanitasi, konstruksi, serta penanganan bencana. Program-program ini melibatkan langsung masyarakat dalam setiap prosesnya.

Bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai tuan rumah, Gerakan Palang Merah bahu-membahu membangun kembali masyakat dari bencana yang telah menghancurkan sebagian besar pulau ini tiga tahun silam. (rel)

Polisi Gagalkan Penyelundupan Patung Naga Kembar Asal Nias

- Diperkirakan berusia di atas 500-an tahun

patung1.jpg

Satuan Reskim dan Serse Polresta Sibolga di bawah kepemimpinan Kasat Serse dan Reskrim AKP Aswin Noor Nasution SH berhasil menggulung sindikat penyeludupan dua barang bersejarah berupa patung purba kala Naga kembar asal Pulau Nias.

Patung mirip naga yang diambil dari Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan tersebut rencananya akan dibawa ke Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dengan truk sejenis Colt Diesel dengan bermuatan pisang tersebut diamankan saat akan keluar dari lokasi Pelabuhan Sibolga sekitar pukul 9.00 Wib, Selasa (19/2).

Sejauh ini polisi sudah menetapkan tiga orang tersangka yang keseluruhannya warga Padang masing – masing JA (sopir), BT (kernet) dan Dd (penanggungjawab), namun masih akan menyelidiki kasus tersebut lebih jauh lagi.

Kapolresta Sibolga AKBP Hotman Silalahi melalui Kasat Serse dan Reskrim Aswin Noor Nasution menerangkan, aksi tergolong baru pertama kali terjadi di satuan Polresta Sibolga, berkat informasi masyarakat kepada kepolisian, yang menyebutkan adanya truk mencurigakan membawa benda – benda purba kala keluar dari lokasi pelabuhan Sibolga.

“Setelah dicek, ternyata benar. Selanjutnya para pelaku dan barang bukti truk bersama muatan yang tidak dilengkapi dengan dokumen – dokumen yang sah tersebut diamankan ke Mapolresta Sibolga,” kata Aswin, seraya menjelaskan bahwa tindakan kejahatan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh para tersangka.

Atas penangkapan tersebut, ketiga tersangka dijerat pasal 26 UU No 5 tahun 1992 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Sementara itu, Kepala Kantor Pariwisata Kota Sibolga Marudut Situmorang melalui Pelaksana Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dicky S Lubis menambahkan, bahwa dilihat dari bentuknya, kemungkinan patung tersebut adalah patung untuk persembahan yang usianya diperkirakan diatas 500-an tahun dan berada pada masa Megalitik.

“Jadi, biar jangan salah, itu bukan Arca melainkan patung. Sebab kalau dia itu Arca, gambarannya mirip dengan manusia, sedangkan ini mirip dengan gambaran Naga,” katanya, seraya menjelaskan jika patung tersebut berhasil dijual hingga ke luar negeri harganya bisa mencapai miliaran rupiah.

tigor manalu | sibolga

Gempa 6,2 SR Guncang Gunung Sitoli, 1 Tewas 5 Luka-luka

Gempa 6,2 di mengguncang Pulau Nias Rabu (23/1) dini hari. Gempa yang berpusat sekitar 24 km dari Kota Gunungsitoli dengan kedalaman 10 km ternyata menelan korban. Seorang bocah berusia 11 tahun dilaporkan tewas. Sementara 5 warga lagi mengalami luka-luka. Mereka tertimpa bangunan roboh saat gempa mengguncang sekitar pukul 00.14 WIB, Rabu (23/1) dini hari.

“Untuk korban meninggal dunia bernama Adi Mei Putra Jaluhu (11) dan 4 korban luka-luka. Saat ini semuanya masih berada di RS Gunungsitoli,” ucap Kapolres Nias AKBP AS Sitorus.

Dia menambahkan, korban pada umumnya tinggal di Asrama Kodim Gunungsitoli. “Mereka tertimpa seng dan plafon, beberapa rumah roboh. Padahal itu bangunan baru,” tambah Sitorus. Namun, dia memastikan saat ini keadaan sudah tenang dan normal. “Memang saat gempa terjadi keadaan menjadi panik. Gempa terjadi sedikit keras dan penduduk lari ke ketinggian,” tandasnya.

Pusat Penanggulangan Krisis Depkes mencatat korban luka akibat gempa 6,2 skala Richter di Nias masing-masing Gafo Majaluhu (10), Uzia Hulu (60), Arafia Zebua (40), Sutiono (35). Sedangkan korban yang dirawat jalan yakni Rostina Piliang (80). “Korban tewas satu anak berusia 11 tahun. Namanya Adi Mei Putra. Mudah-mudahan tidak ada penambahan jumlah korban,” ujar Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes Rustam S Pakaya.

Sementara itu, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang ambruk akibat diguncang gempa. Pemeriksaan seksama dilakukan terhadap konstruksi bangunan yang mengalami kerusakan.
Kepala Komunikasi BRR Nias Emanuel Migo menyatakan, bangunan yang rusak  itu berada di dalam asrama Kodim 0213 Nias di Jalan Yos  Sudarso Gunungsitoli.

Di dalam kompleks itu ada 21 unit rumah. Satu unit rumah berdiri sendiri, sementara 20 lainnya terdiri dari 10 koppel. Satu koppel terdiri dari dua rumah yang berdampingan. “Rumah ini dibangun pada tahun 2006 dari dana BRR untuk pembangunan sarana dan prasarana TNI yakni untuk pembangunan kantor dan asrama. Pelaksanaan dan pengawasannya dilakukan oleh Kodim Nias,” kata Emanuel Migo.

“Rumah yang rusak ada tiga unit dan berada pada tiga koppel. Jadi kendati satu koppel terdiri dari dua unit, yang rusak hanya satu saja untuk setiap koppel. Sementara bangunan lainnya yang berada di kompleks itu tidak mengalami kerusakan,” sebut Migo. |sumber dc-h.global

Fenomena: Negara “Super Kecil” Itu Bernama Nauru

http://www.sprol.com/images/nauru1%20copy.jpg

http://www.un.int/nauru/images/nauru_01.jpg

http://cache.eb.com/eb/image?id=64494&rendTypeId=4

Negara itu hanya sebuah pulau. Selama ribuan tahun terisolasi dari dunia luar. Ia pernah tercatat sebagai salah satu negara kaya dalam daftar negara terkaya di dunia!

Pulau kecil itu terletak sejajar di ujung timur Pulau Papua, antara Hawai (AS) dan Australia. Persisnya di tengah Samudera Pasifik. Termasuk bagian gugus Kepulauan Micronesia, salah satu dari tiga kelompok pulau di jajaran Kepulauan Pasifik.

Namanya Nauru. Sebuah negara yang terdiri dari satu pulau seluas 21 kilometer persegi. Dengan fasilitas satu akses jalan raya beraspal yang mengelilingi pulau, satu jalur kereta api, 2 rumah sakit pemerintah, 11 klinik, satu kantor pos, 1 pasar, 1 hotel, 1 pelabuhan, 1 bandara, 2 restoran, 5 sekolah playgrup, 1 sekolah dasar, 1 sekolah lanjutan, 1 sekolah misi Katolik Roma, dan 1 sekolah tinggi keguruan.

Negara pulau yang juga berjuluk “Happy Island” ini berbentuk republik dengan presiden sebagai kepala negara. Sistem ketatanegraanya sederhana dengan satu pusat pemerintahan. Baca selebihnya »

Fenonema: Ekspedisi ke Kota Inca yang Hilang

http://www.wayfaring.info/images/Peru_Machu_Picchu_view.gif

Selama 400-an tahun kota benteng Inca itu tersembunyi di pegunungan Andes. Karena letaknya tidak pernah diketahui, kota yang megah itu dianggap satu legenda di kalangan Indian Andean.

Catatan sejarah mengenai kebudayaan Indian Andean (suku-suku Indian yang hidup di kawasan pegunungan Andes) Amerika Selatan, menyebutkan bahwa kota benteng itu dibangun saat orang-orang Spanyol menjajah daerah Inca (Peru sekarang) dan sekitarnya pada 1530-an. Namun selama berabad-abad tidak diketahui pasti keberadaannya.

Banyak ekspedisi yang dilakukan sejak tahun 1800 sampai 1900-an untuk mencari kota Inca yang hilang itu. Namun semua ekspedisi tak pernah berhasil menemukan kota benteng berjulukan Mancu Picchu itu. Baca selebihnya »

Peluang Usaha: Memproduksi Bensin dari Kebun Singkong

http://www.trubus-online.com/mod/publisher/media/140.jpghttp://www.trubus-online.com/mod/publisher/media/141.jpg

Tiga bulan silam sembari menyeruput secangkir kopi, Wien Iskandar menawarkan bioetanol produksinya kepada sopir angkutan kota. Hasilnya para pemilik angkot di Sukabumi, Jawa Barat, kini rutin membeli bioetanol bikinannya. Lima ratus liter bioetanol produksinya sehari, habis mengisi tangki-tangki angkot itu. Alumnus Universitas Tarumanagara itu meraup omzet Rp111-juta sebulan dari perniagaan bioetanol.

Wien Iskandar menjual bioetanol kepada pemilik angkot dalam 2 bentuk. Dari produksi 500 liter bioetanol per hari, 400 liter dijual langsung dengan harga Rp8.000-Rp10.000 per liter. Sopir-sopir angkot membeli beberapa liter dan mencampurkannya sendiri dengan premium di tangki mobil. Sedangkan 100 liter lainnya, ia oplos dengan premium dan dijajakan Rp5.000 per liter. Porsi bioetanol hanya 10% alias E10. Campuran itu juga disebut gasohol kependekan dari gasolin alkohol. Baca selebihnya »