
Mobil penumpang umum Simpati Taxi BK 1210 EH jurusan Sibolga – Medan, Minggu (6/4) pagi sekitar pukul 7.30 Wib, terjun bebas ke jurang sedalam 200 km. Kecelakaan yang terjadi di Km 7 Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah ini menewaskan dua penumpangnya.
Kedua penumpang, Suyono (50 tahun) dan Suwardi (50) tewas di lokasi kejadian dengan luka cukup serius di bagian kepala. Sementara, pengemudi kenderaan Ucok Sihombing warga Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian petugas Polres Tapteng.
Dalam musibah tersebut, enam penumpang lainnya, lima di antaranya warga Langkat dan seorang warga Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, masing-masing Ebid Muthalib (22), Erwin (23), Marianto (42), Samud (40), Wagiman (38), dan Sumiono (29) mengalami luka berat dan ringan. Semuanya kini dirawat secara intensif di RSU FL Tobing Sibolga.
Seluruh korban bekerja di PT Bintang Saudara di Gunung Sitoli Pulau Nias. Setelah pekerjaan mereka rampung, rencananya akan kembali ke kampung halamannya bersama 46 anggota rombongan lainnya dengan menggunakan kenderaan berbeda.
Namun, ketika melintas lokasi kejadian dari arah Sibolga, mobil penumpang umum Simpati, secara tiba-tiba membentur gundukan tanah yang berada di sisi kiri pinggir badan jalan. Mobil itu tidak dapat dikendalikan supir dan langsung terjun ke jurang dengan kedalaman 200 meter dengan posisi tergantung di antara pohon.
Dalam proses evakuasi, petugas kepolisian dibantu anggota TNI dari Koramil Kolang bersama warga setempat mengalami kesulitan, karena kondisi TKP cukup sulit dan terjal serta harus menyeberangi sungai. Setelah berupaya, akhirnya para korban berhasil dievakuasi melalui dua arah yakni Km 7 Kecamatan Sitahuis dan Lobu Tikko, Kelurahan Hutabarangan.
“Dua ditemukan tewas di lokasi kejadian. Enam penumpang dengan kondisi luka cukup serius serta mobil Simpati dengan posisi tergantung di salah satu pohon besar,” ujar Serma Saut Sigalingging dari Koramil Kolang.
Kapolres Tapteng AKBP Reguel Siagian SH ketika dikonfirmasi melalui Kasat Lantas AKP Indra Warman menerangkan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan atas penyebab kecelakaan yang merenggut korban jiwa.
“Supir mobil belum ditemukan, sehingga yang dapat disimpulkan untuk sementara ini mobil itu jatuh akibat menghindari lobang, karena kondisi Jalinsum sangat parah,” tandasnya. TIGOR MANALU | H-GLOBAL
DIarsipkan di bawah: Kab Nias | yang berkaitan: nias, gunung sitoli, sibolga, medan, simpati, taxi, jurang, jatuh | Tidak ada komentar »
Antusiasme adalah sebuah obor tatkala kita menelusuri lorong gelap yang sempit dan berliku. Ketika kehidupan menjadi semakin sulit, salah satu hal penting yang harus kita lakukan adalah mempertahankan antusiasme kita tetap menyala. Antusiasme bukanlah sebuah sikap yang dibuat-buat, tapi nyala api yang dikobarkan oleh kesadaran betapapun gelap dan sempitnya jalan di depan kita, lorong itu akan berakhir pada padang rumput yang luas.
Bagi yang mau berlangganan Koran Nias edisi cetak mulai Februari 2008, daftarkan nama Anda melalui email korannias@gmail.com atau telp 061-76240996.













100 tahun silam di jurnal Annalen der Physik, Jerman, muncul artikel berjudul “Zur Elektrodynamik bewegter Kerper” atau “On The Electrodynamics of Moving Bodies”. Kemudian artikel ini lebih dikenal karena mengusulkan teori baru, yaitu Relativitas Khusus. Penulisnya Albert Einstein, yang pada 2005 ini kalangan fisika sedunia merayakannya sebagai Tahun Einstein.
Benazir Bhutto lahir 21 Juni 1953 di Karachi. Ia anak sulung mantan PM Zulfikar Ali Bhutto (alm) dan Begum Nusrat Bhutto. Setelah menyelesaikan pendidikan awalnya di Pakistan, ia terbang ke luar negeri untuk melanjutkan studinya di Radcliffe College-Harvard, AS.
Belakangan ini seringkali dibahas bahwa kecerdasan emosi sangat berpengaruh bagi kemajuan dan kesuksesan karier seseorang. Seseorang yang memiliki intelegensia bagus tanpa didukung oleh kecerdasan emosi akan sulit untuk mencapai tangga karir tertinggi. Kecerdasan emosi itu sendiri merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan, mengelola, dan mengatur emosinya.