Revitalisasi pertanian harus diterjemahkan dalam kerangka kerja pembangunan sektor pertanian yang lebih fokus. Hal itu dilakukan agar tujuan revitalisasi pertanian dapat segera dicapai.
Penegasan itu disampaikan Menteri Pertanian Anton Apriyantono di hadapan para kepala daerah, pejabat eselon I Departemen Pertanian, dan para kepala dinas pertanian dalam Pekan Nasional (Penas) XII Petani Nelayan Indonesia di Banyuasin, Sumatera Selatan.
Dorongan kepada para kepala daerah itu perlu dilakukan karena daerah merupakan ujung tombak pembangunan. Kenyataan ini sejalan dengan harapan Presiden agar semua pihak menyukseskan revitalisasi pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan.
Menurut Mentan, saat dihubungi, Minggu (8/7) di Jakarta, pembangunan sektor pertanian yang berjalan di daerah-daerah sekarang ini belum fokus.
Semua komoditas ingin dikembangkan dan akhirnya tidak tampak mana yang berhasil. Untuk itu, Mentan menekankan perlunya pemusatan perhatian pada komoditas tertentu saja.
Dengan begitu, tahapan kerja semakin terukur. “Selama ini semua maunya dikerjakan dan itu malah sulit,” katanya.
Sementara itu, terkait instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal revitalisasi pertanian, Mentan menjelaskan bahwa Deptan saat ini membuat kegiatan pengembangan sektor pertanian yang lebih fokus.
Untuk mendukung itu, anggaran Deptan pada RAPBN 2008 dalam bentuk pagu indikatif mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 8,7 triliun menjadi Rp 8,8 triliun.
Peningkatan anggaran itu nantinya akan dimanfaatkan untuk penelitian di bidang pertanian yang lebih fokus, meliputi subsektor tanaman pangan, perkebunan, maupun hortikultura.
“Jadi nanti tidak ada lagi peneliti yang bekerja semaunya, harus sudah ditentukan apa sasaran yang akan diteliti dan targetnya harus jelas,” jelas Anton.
Untuk mendukung kerja yang fokus itu, dana yang dipersiapkan dalam penelitian padi, gula, sawit, dan karet mencapai Rp 39 miliar.
“Kita mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar sendiri di luar Balitbang Pertanian untuk mendukung hasil penelitian tanaman padi yang lebih baik. Kerja sama bisa dilakukan dengan perguruan tinggi,” katanya.
Untuk penelitian tanaman sawit, Deptan mengalokasikan dana Rp 2 miliar. Selain litbang, fokus pembangunan pertanian ke depan juga pada sumber daya manusia, khususnya penambahan jumlah tenaga lepas penyuluh sebanyak 10.000 petugas.
Penyuluh sebanyak ini akan ditempatkan di 10.000 desa. Fokus mereka memberikan pendampingan. Tiap desa nantinya akan diberi dana bantuan Rp 100 juta sebagai modal usaha.
Sementara itu, di sektor peternakan, para peternak berharap pemerintah memberikan dukungan. Momentum kenaikan harga susu harus dijadikan cambuk bagi pengembangan peternak sapi perah lokal.
“Masyarakat kelas menengah-bawah kini tidak mampu mengakses susu segar. Padahal, susu sangat baik bagi pertumbuhan kecerdasan masyarakat. Selama ini pemerintah cenderung mengabaikan subsektor peternakan, khususnya sapi potong dan sapi perah,” kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia Teguh Budiyana. (KCM)
DIarsipkan di bawah: Pertanian
The secret to be special is you have to believe you're special. Kalimat ini muncul dalam film "Kung Fu Panda". "You just need to believe." Banyak orang selalu meragukan keadaan dan kemampuan yang dimilkinya ketika menghadapi tantangan besar. Minder, tidak percaya diri, telah menjadi batu sandungan terbesar dalam setiap jejak langkah kita. Tetapi di sini, film ini telah mengilhami kita bahwa tiada hal peristiwa yang perlu dikuatirkan. Tiada hal yang tidak sanggup kita lakukan. Yang kita butuhkan hanyalah, PERCAYA. Percaya bahwa kita sanggup... Percaya bahwa kita memiliki kemampuan untuk melakukannya...
Bagi yang mau berlangganan Koran Nias edisi cetak mulai Februari 2008, daftarkan nama Anda melalui email korannias@gmail.com atau telp 061-76240996.