• Renungan

    The secret to be special is you have to believe you're special. Kalimat ini muncul dalam film "Kung Fu Panda". "You just need to believe." Banyak orang selalu meragukan keadaan dan kemampuan yang dimilkinya ketika menghadapi tantangan besar. Minder, tidak percaya diri, telah menjadi batu sandungan terbesar dalam setiap jejak langkah kita. Tetapi di sini, film ini telah mengilhami kita bahwa tiada hal peristiwa yang perlu dikuatirkan. Tiada hal yang tidak sanggup kita lakukan. Yang kita butuhkan hanyalah, PERCAYA. Percaya bahwa kita sanggup... Percaya bahwa kita memiliki kemampuan untuk melakukannya...
  • Arsip

  •  

    Oktober 2008
    S S R K J S M
    « Apr    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • JOKE

    Teknik Berjalan di Atas Air

    Tiga orang filsuf bermaksud untuk bersemedi di tepi sebuah danau.

    "Waduh, aku lupa membawa alas duduk," kata filsuf pertama. Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau, dan menyeberanginya menuju ke tempat tinggal mereka di seberang danau.

    Ketika ia kembali. Filsuf ke dua berkata, "Aku lupa menjemur bajuku. Aku pergi dulu ya." Ia berjalan di atas air danau dan menyeberanginya dengan mudah.

    Filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti ingin unjuk kebolehan di hadapannya. "Ah, aku juga bisa. Lihat saja," katanya. Ia lalu melangkahkan kakinya ke atas air danau dan langsung tenggelam. Filsuf ke tiga ini berenang ke tepi, dan kemudian mencoba lagi untuk berjalan diatas air dan kembali gagal.

    Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata kepada filsuf Pertama, "Sebaiknya kita beritahukan saja letak batu-batunya."

  • Meta

  • Blog Stats

    • 157,426 hits
  • Info

    Bagi yang mau berlangganan Koran Nias edisi cetak mulai Februari 2008, daftarkan nama Anda melalui email korannias@gmail.com atau telp 061-76240996.

    Biaya langganan Rp 20.000 / bulan (4 x terbit, @Rp 5.000 / edisi), belum termasuk ongkos kirim. ---------------------------------- Kami membutuhkan Koresponden / reporter untuk daerah Pulau Nias dan sekitarnya. Bagi yang hobi menulis dan memiliki minat menjadi reporter di sini, silakan kirimkan email Anda ke korannias@gmail.com. ----------------------------------

Puluhan Anak Nias Ikut Pelatihan Daur Ulang Sampah

PANCURBATU, SUMATERA UTARA – Puluhan anak yatim dan yatim piatu korban gempa Nias mengikuti pelatihan daur ulang sampah di aula Panti Asuhan Sungai Air Hidup, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (19/10) sore.

Pelatihan daur ulang sampah ini diprakarsai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH dan pengurus Majelis Udayana Indonesia Hadinata Rusli, BA dengan mendatangkan Ketua Yayasan Bumi Hijau Ny. Hj. Dewi Budiati Teruna Jasa Said selaku instruktur.

Selain anak-anak korban gempa Nias, puluhan anak yatim dan yatim piatu serta anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menghuni panti asuhan itu, juga mengikuti pelatihan singkat tersebut.

Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Bumi Hijau Ny. Hj. Dewi Budiati Teruna Jasa Said menjelaskan tentang benda-benda yang sudah tidak berharga lagi, bisa dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomis.

“Benda-benda seperti plastik, kertas, kardus dan lain-lain yang dibuang di tong sampah, dapat kita manfaatkan dan mengubahnya menjadi pot bunga, asbak rokok, hiasan dinding dan lain-lain. Dengan demikian, sampah yang semula tidak berharga, kini dapat kita jual kepada masyarakat,” ujar Dewi.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH berpendapat, ilmu tentang daur ulang sampah ini perlu dipelajari oleh anak-anak di panti asuhan agar mereka kelak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Anak-anak di panti asuhan harus bisa berkreasi dengan melakukan daur ulang sampah. Dengan demikian, anak-anak di panti asuhan ini tidak lagi bergantung pada orang lain karena sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri,” ujar Parlindungan di dampingi Hadinata Rusli.

Sebelumnya, pimpinan Panti Asuhan Sungai Air Hidup E. Ndraha mengatakan, saat ini pihaknya mengasuh 70 anak yatim, yatim piatu dan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dari jumlah itu, 25 orang di antaranya merupakan anak yatim dan yatim piatu korban gempa Nias.

Ndraha mengaku, pelatihan daur ulang sampah ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di panti asuhan tersebut. “Kami belum pernah melakukan berbagai pelatihan termasuk pelatihan daur ulang sampah seperti ini,” ujarnya.

Karena itu, Ndraha mengucapkan terima kasih kepada anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH dan pengurus Majelis Udayana Indonesia Hadinata Rusli, BA serta Ketua Yayasan Bumi Hijau Ny. Hj. Dewi Budiati Teruna Jasa Said yang telah memprakarsai kegiatan itu. (sumber: ws)

Satu Tanggapan

  1. Saya mengucap syukur atas perhatian bapak dan saudara, kpda anak kami yang ada d panti asuhan sungai air hidup. Dan marilah kita selalu memperhatikan mereka supaya mereka lebih merasahkan kasih sayang bapak dan ibu saudara smua.

Tinggalkan Balasan