• Renungan

    The secret to be special is you have to believe you're special. Kalimat ini muncul dalam film "Kung Fu Panda". "You just need to believe." Banyak orang selalu meragukan keadaan dan kemampuan yang dimilkinya ketika menghadapi tantangan besar. Minder, tidak percaya diri, telah menjadi batu sandungan terbesar dalam setiap jejak langkah kita. Tetapi di sini, film ini telah mengilhami kita bahwa tiada hal peristiwa yang perlu dikuatirkan. Tiada hal yang tidak sanggup kita lakukan. Yang kita butuhkan hanyalah, PERCAYA. Percaya bahwa kita sanggup... Percaya bahwa kita memiliki kemampuan untuk melakukannya...
  • Arsip

  • September 2014
    S S R K J S M
    « Okt    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • JOKE

    Teknik Berjalan di Atas Air

    Tiga orang filsuf bermaksud untuk bersemedi di tepi sebuah danau.

    "Waduh, aku lupa membawa alas duduk," kata filsuf pertama. Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau, dan menyeberanginya menuju ke tempat tinggal mereka di seberang danau.

    Ketika ia kembali. Filsuf ke dua berkata, "Aku lupa menjemur bajuku. Aku pergi dulu ya." Ia berjalan di atas air danau dan menyeberanginya dengan mudah.

    Filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti ingin unjuk kebolehan di hadapannya. "Ah, aku juga bisa. Lihat saja," katanya. Ia lalu melangkahkan kakinya ke atas air danau dan langsung tenggelam. Filsuf ke tiga ini berenang ke tepi, dan kemudian mencoba lagi untuk berjalan diatas air dan kembali gagal.

    Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata kepada filsuf Pertama, "Sebaiknya kita beritahukan saja letak batu-batunya."

  • Meta

  • Blog Stats

    • 329,445 hits

Puluhan Anak Nias Ikut Pelatihan Daur Ulang Sampah

PANCURBATU, SUMATERA UTARA – Puluhan anak yatim dan yatim piatu korban gempa Nias mengikuti pelatihan daur ulang sampah di aula Panti Asuhan Sungai Air Hidup, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (19/10) sore.

Pelatihan daur ulang sampah ini diprakarsai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH dan pengurus Majelis Udayana Indonesia Hadinata Rusli, BA dengan mendatangkan Ketua Yayasan Bumi Hijau Ny. Hj. Dewi Budiati Teruna Jasa Said selaku instruktur.

Selain anak-anak korban gempa Nias, puluhan anak yatim dan yatim piatu serta anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menghuni panti asuhan itu, juga mengikuti pelatihan singkat tersebut.

Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Bumi Hijau Ny. Hj. Dewi Budiati Teruna Jasa Said menjelaskan tentang benda-benda yang sudah tidak berharga lagi, bisa dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomis.

“Benda-benda seperti plastik, kertas, kardus dan lain-lain yang dibuang di tong sampah, dapat kita manfaatkan dan mengubahnya menjadi pot bunga, asbak rokok, hiasan dinding dan lain-lain. Dengan demikian, sampah yang semula tidak berharga, kini dapat kita jual kepada masyarakat,” ujar Dewi.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH berpendapat, ilmu tentang daur ulang sampah ini perlu dipelajari oleh anak-anak di panti asuhan agar mereka kelak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Anak-anak di panti asuhan harus bisa berkreasi dengan melakukan daur ulang sampah. Dengan demikian, anak-anak di panti asuhan ini tidak lagi bergantung pada orang lain karena sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri,” ujar Parlindungan di dampingi Hadinata Rusli.

Sebelumnya, pimpinan Panti Asuhan Sungai Air Hidup E. Ndraha mengatakan, saat ini pihaknya mengasuh 70 anak yatim, yatim piatu dan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dari jumlah itu, 25 orang di antaranya merupakan anak yatim dan yatim piatu korban gempa Nias.

Ndraha mengaku, pelatihan daur ulang sampah ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di panti asuhan tersebut. “Kami belum pernah melakukan berbagai pelatihan termasuk pelatihan daur ulang sampah seperti ini,” ujarnya.

Karena itu, Ndraha mengucapkan terima kasih kepada anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH dan pengurus Majelis Udayana Indonesia Hadinata Rusli, BA serta Ketua Yayasan Bumi Hijau Ny. Hj. Dewi Budiati Teruna Jasa Said yang telah memprakarsai kegiatan itu. (sumber: ws)

Yusniar Gea Raih Medali Perak di Asian Beach Games 2008

BALI:  “Pesta” Asian Beach Games (ABG) 2008 yang berlangsung di Bali, oktober, menjadi ajang unjuk kemampuan peselancar putri asal Nias Selatan Yusnyiar Gea. Walaupun gagal mempersembahkan medali emas bagi Indonesia, namun Gea berhasil mempersembahkan medali perak. Yusnyiar Gea harus mengakui keunggulan Akiko Kiyonaga, peselancar putri asal Jepang.

Di final yang berlangsung di Pantai Kuta, Gea berulangkali ‘kehilangan’ ombak dan hanya mampu mencetak sembilan poin, sementara lawannya justru sukses meniti ombak-ombak kecil untuk mengumpulkan 13 poin.

“Ombaknya memang sulit karena terlalu kecil dan peselancar Jepang memang jago bermain ombak kecil. Saya sudah berusaha, sayang memang hasilnya tidak bisa maksimal,” tutur Gea, atlet berusia 26 tahun kelahiran Lagundi, Pulau Nias.

Masih kata Gea, dirinya berharap pengurus olahraga lebih memperhatikan perkembangan surfing (selancar) di masa depan. Selain cukup memiliki potensi prestasi, cabang ini juga dapat mengembangkan sumber daya wisata pantai yang dimiliki Indonesia. (sumber:ws)

Terkait Dugaan Pemalsuan Data BLT, Oknum Kades Hiliorahua Nisel Diadukan

TELUKDALAM: Diduga telah melakukan pemalsuan data penerima BLT bagi penerima Beras Miskin (Raskin), Oknum Kades Hiliorahua, Kecamatan Gomo, Nias Selatan berinisial Kar diadukan warganya kepada Bupati Nias Selatan.

Dalam laporan pengaduan warga kepada Bupati Nisel disebutkan, pada pencairan dana BLT, Kar merekayasa data jumlah kepala keluarga sebanyak 289 KK sedangkan pada kenyataan lapangan hanya berjumlah 175 KK. Kar juga melakukan pemotongan  kepada setiap penerima dana BLT antara Rp50 ribu hingga Rp150 ribu.

Masih menurut laporan pengaduan warga, dalam pengurusan Raskin, Berita Acara Serah Terima beras raskin ditanda tangani Ahmad Sukarni Lubis berdasar surat permintaan alokasi (SPA) Pemkab Nisel No. 511.1/3119/Ek/2008 tgl 07 Juni 2008 dan Surat Permintaan Pokja Raskin Kecamatan Gomo, 26 Juli 2008 isinya Beras Raskin sebanyak 4.335 kg untuk 289 RTM, yang sebenar hanya 175 RTM.

Dalam laporan  pemerintah menetapkan harga raskin Rp. 1.600 per kg sedangkan harga 30 kg adalah Rp48.000 per kg, yang dipungut oleh oknum Kades sebesar Rp75.000. Untuk bulan Mei dan Juni 2008 dilakukan pengutan sebesar Rp 67.000  setelah beras sampai di desa ternyata ada sebagian masyarakat tidak menerima beras. Isi laporan,  pada hari Sabtu tgl 19 Juli 2008 truk  BB 8045 N milik Fobosizaro Waruwu (A.Andi) membawa beras Raskin Desa Hiliorahua Kecamatan Gomo dengan rencana untuk dijual.

Berkat kejelian Polsek Lolowau maka truk diamankan ke komando untuk diperiksa, setelah selesai diperiksa baru dikeluarkan hari Minggu, 20 Juli 2008 pukul 02:00.

Diterangkan juga, kejadian yang dilakukan Kades Hiliorahua, Kar tidak ada bedanya dengan perbuatan mantan Kades Fa’anoli Buulolo yang saat ini menjabat sebagai Sekdes Hiliorahua yang merupakan pakcik dari oknum Kar sehingga diduga keduanya bekerjasama dalam memotong dan pungutan liar kepada warga.

Hasil konfirmasi kepada salah seorang anggota BPD Hiliorahua, Arosokhi Buulolo alias A.Risman, masalah pelaporan itu telah ditangani Inspektorat Nisel, yang datang berkunjung untuk menindaklanjuti laporan itu. Dijelaskan Arosokhi pada hari Senin (20/10), Inspektorat memanggil para pelapor di Kantor Badan Inspektorat Kabupaten Nias Selatan di Jalan Baloho Indah Desa Hiligeho, Kecamatan Telukdalam  untuk dapat diselesaikan. (sumber:ws)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.